Hari itu, aku dan ayank memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah. Suasana nyaman membuat kami betah berdua, menikmati kebersamaan yang jarang kami rasakan karena kesibukan sehari-hari. Aku masih ingat dengan jelas, saat ayank memegang tanganku dengan lembut, menciptakan perasaan hangat yang menjalar di seluruh tubuhku.
Kami memutuskan untuk menonton film favorit kami di sofa ruang tamu. Ayank yang duduk di sebelahku, dengan lembut menyandarkan kepalanya di pundakku. "Sayang, aku sangat beruntung bisa bersamamu," bisiknya di telingaku. Aku hanya bisa tersenyum dan membalas dengan pelukan hangat.
Namun, ada momen tak terduga yang membuat hari itu semakin berkesan. Saat kami sedang tertawa bersama, tiba-tiba ayankku dengan jahil menjepit anuku. Aku terkejut, tapi tawa kami justru semakin pecah. "Kamu ini ada-ada saja," kataku sambil tertawa.
"Maaf, aku hanya ingin membuatmu senang," katanya sambil tersenyum manis. Aku pun tak bisa marah, karena setiap tindakan kecil dari ayank selalu penuh cinta.
Momen itu mungkin sederhana, tapi bagiku sangat berarti. Kebersamaan dengan ayank selalu dipenuhi dengan tawa dan kebahagiaan. Setiap detik yang dihabiskan bersamanya selalu menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.